Header Ads

Joyoboyo dan Turnkey Project Management

Ramalan itu hukumnya sunah. Boleh percaya, boleh tidak. Tapi dalam beberapa hal, saya kurang percaya pada ramalan. Kenapa? Tak lain agar kita selalu mencari upaya-upaya kontra, atau menggali cara untuk antisipasi. Jika percaya ramalan begitu saja, kita akan pasif, cenderung menerima apa adanya.

Terkait ramalan Jayabaya tentang ‘wong Jowo kari separo, wong Cino kari sejodo‘ apabila kita percaya seratus persen, maka fenonena membanjirnya warga negara Cina secara besar-besaran (migrasi) ke Indonesia akan dinilai wajar, dianggap takdir politik, dampak globalisasi, resiko pasar bebas, dampak MEA, efek kebijakan rezim (turnkey project management), dll. Artinya, etnis Cina di Indonesia akan berkembang biak tanpa kendali —wong Cino kari sejodo— tetapi kaum pribumi justru kian terpinggirkan (wong Jowo kari separo) dalam segala hal. Sekali lagi, kenapa saya memilih kurang percaya dengan ramalan Jayabaya, betapa ramalan tersebut lebih saya persepsikan sebagai isyarat, ataupun peringatan Jayabaya kepada anak-anak cucu kelak. Mengapa begitu?

Bahwa takdir memang ada yang bisa diubah, namun juga ada yang tidak dapat diubah sama sekali (sudah kehendak-Nya) sebagaimana hikmah pada kisah Luth pada istrinya, atau cerita Nabi Nuh dengan putranya.

Pertanyaannya, “Bukankah Tuhan tak bakal mengubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak mengubah sendiri?” Maka, dalam konteks geopolitik (dan geostrategi) kekinian, kaitan antara ujaran ‘wong Cina kari sejodo’ dengan migrasi besar-besaran warga negara Cina ke Indonesia, adalah fenomena yang mutlak diantisipasi oleh segenap tumpah darah Indonesia.

Terkait hal di atas, saya yakin dan percaya bahwa bahwa takdir masih bisa diubah. Indonesia ini tanah nenek moyang semua bangsa-bangsa, Bung!

# Catatan Maop



from Kopidev News Feed http://ift.tt/2a8IKah
via IFTTT

No comments

Powered by Blogger.