Header Ads

Detik Health: Apa Alasannya Kentang Goreng Bukan Dari Menu Terbaik Untuk Berbuka http://ift.tt/2snhTy6

Siapa yang tahan dengan godaan french fries alias kentang goreng? Rasa gurih dan sensasi krispi yang didapat tiap kali memakannya memang membuat siapapun bisa mengonsumsi kentang goreng ini dalam jumlah besar.

Mengonsumsi kentang goreng memang tidak dilarang, asalkan jangan lebih dari dua kali dalam sepekan. Hal ini terungkap dalam sebuah studi baru yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition.

Mengapa demikian? Mengonsumsi kentang goreng, termasuk segala jenis variannya sedikitnya dua kali dalam sepekan dapat meningkatkan risiko kematian hingga lebih dari dua kali lipat.

Kesimpulan ini didasarkan pada konsumsi kentang goreng 4.400 partisipan berusia 45-79 tahun selama 8 tahun. Di akhir studi, 236 partisipan dilaporkan meninggal dunia.

Goreng-gorengan memang bukan menu yang sehat untuk berbuka. Simak alasannya dalam video Fun Fact Ramadan berikut ini:

Menurut peneliti, persoalannya bukan pada kentangnya, tetapi bagaimana makanan ini diolah, yaitu digoreng. Terbukti pada kentang yang diolah dengan cara lain seperti direbus, dipanggang atau ditumbuk tidak ditemukan risiko yang sama. Demikian seperti dilaporkan Time.

Apalagi jika sampai digoreng renyah, makin renyah risikonya makin besar. Kentang sendiri tergolong makanan sehat karena kandungan serat, vitamin dan mikronutriennya yang diklaim dapat mengurangi efek buruk dari kentang yang juga dikenal sebagai makanan dengan indeks glikemi tinggi atau cepat dicerna tubuh.

Akan tetapi tidak dijelaskan dengan pasti mengapa mengonsumsi kentang goreng secara berlebihan dapat memicu kematian dini.

Diduga karena kentang goreng yang beredar di pasaran biasanya ditambahkan banyak garam dan lemak. Selain itu, pada mereka yang menggemari kentang goreng biasanya juga memiliki pola makan yang buruk atau sering mengasup dengan kandungan nutrisi yang rendah.



from DETIK NEWS http://ift.tt/2snhTy6
via IFTTT

No comments

Powered by Blogger.