Header Ads

Detik Berita: Polisi Berhasil Amankan Barang Bukti 1 Ton Sabu Di Anyer http://ift.tt/2uiPbQw

 Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan, menyebut bahwa 1 ton sabu yang berhasil diamankan, senilai Rp 1,5 triliun.

Sabu berasal dari China itu dikirimkan melalui jalur laut menggunakan kapal dan dijemput dengan perahu karet.

“Kalau dikonversi ke rupiah, mencapai Rp 1,5 triliun. Ada dua juta manusia yang bisa kita selamatkan,” kata Iriawan, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017).

Iriawan menyebutkan bahwa pengiriman sabu dalam skala besar tersebut menghindari jalur udara. Pasalnya, pengamanan yang ketat.

Dengan menggunakan jalur laut, pelaku bisa melalui perairan bebas.

“Itu kan kapalnya bisa berhenti di tengah. Sebelum masuk kan itu perairan bebas tuh selat sunda kan, bisa berhenti kapal, turunkan sekoci pindah ke perahu karet atau ke perahu nelayan yang menyamar kan bisa saja,” katanya.

Menurut Iriawan penjagaan juga telah dilakukan di sepanjang garis pantai. Namun, wilayahan perairan di Jakarta sendiri cukup luas.

“Sepanjang garis pantai itu besar sekali, itu berpindah pindah. Dulu kan di Ujung Genteng, berpindah lagi di Marunda, pindah lagi terus di Jawa bagian Utara pernah. Lalu di Garut sekarang pindah lagi di sana, pasti terus akan melakukan hal yang sama,” jelasnya.

Pihaknya pun masih mendalami bagaimana kapal tersebut bisa masuk dan mengirimkan sabu. Termasuk jalur yang dilalui.

“Kami akan dalami tapi yang jelas dari China masuk Guang Zhou, Guang Zhou ke kita . Tentu mungkin kapal yang jelas kapal laut. Kalau penyelundupan atau masuk narkoba dalam skala besar nggak mungkin pakai udara, karena riskan ketahuan,” jelasnya.

Modus pelaku, lanjutnya dengan mencemplungkan sabu ke laut. Kemudian menunggu hingga situasi aman.

“Ini kan hampir 51 koli, kali 20 kiloan hampir 1 ton lebih dengan dikemas yang luar biasa, itu dicemplungkan ke laut dulu, di simpen dulu, di buang dulu, turun dulu menunggu situasi aman baru ditarik,” katanya.



from DETIK INDONESIA NEWS http://ift.tt/2uiPbQw
via IFTTT

No comments

Powered by Blogger.