Header Ads

Detik Health: Trotoar Yang Digunakan Untuk Berdagang Dan Parkir Kendaraan Juga Buat Masyarakat Kurang Bergerak http://ift.tt/2vnuqjZ

Koalisi Pejalan Kaki menyebut orang Indonesia malas jalan kaki karena trotoar yang tak berwujud dan sering disalahgunakan. Trotoar yang harusnya digunakan pejalan kaki malah digunakan untuk berdagang, parkir hingga sering dilintasi motor.

Ketua sekaligus pendiri Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, mengatakan trotoar yang disalahgunakan membuat orang jadi enggan untuk berjalan kaki. Padahal menurutnya, jalan kaki adalah budaya orang Indonesia sejak dahulu.

“Kami sering sampaikan, budaya jalan kaki bukannya belum tumbuh di Indonesia, tapi tergerus dan dihilangkan. Orang sekarang jadi kurang bergerak karena mau lewat trotoar susah,” ungkap Alfred.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh International Journal of Obesity, seseorang baru mendapatkan manfaat sehat jalan kaki jika minimal berjalan kaki 15 ribu langkah per hari.

Namun studi lainnya dari Stanford University menyebut Indonesia merupakan negara dengan peringkat terendah dalam hal jalan kaki. Rata-rata orang Indonesia hanya jalan kaki kurang lebih 3.000 langkah per hari. Sangat jauh dari anjuran 15 ribu langkah.

Dikatakan Alfred, kurangnya akses untuk pejalan kaki juga berhubungan dengan kesehatan. Karena akses kurang, masyarakat jadi jarang jalan kaki, yang membuat risiko penyakit tidak menular dan obesitas meningkat.

Ia menambahkan bahwa secara logika memang pejalan kaki bisa saja berjalan di jalanan aspal ketika trotoar penuh karena digunakan untuk parkir dan berdagang. Namun hal tersebut tidak sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku saat ini, di mana trotoar adalah hak pejalan kaki.

“Kalau pejalan kaki ditabrak di jalanan aspal, kekuatan hukum kita hilang, karena memang jalanan bukan tempatnya pejalan kaki. Pejalan kaki tempatnya di trotoar, dan kendaraan bermotor tempatnya di jalanan,” tutupnya.



from DETIK INDONESIA NEWS http://ift.tt/2vnuqjZ
via IFTTT

No comments

Powered by Blogger.