Header Ads

Detik Tempo Dulu: Jajan Tempo Dulu Yang Melanda http://ift.tt/2tS92SS

Jajanan’ menurut kamus bahasa Indonesia adalah kue atau penganan. Budaya jajan telah lahir sejak zaman dahulu kala. Sejak usia dini, kita sudah diperkenalkan dengan berbagai jenis jajanan berupa makanan-makanan kecil/camilan. Masih ingatkah kita dengan jenis jajanan-jajanan masa kecil yang kini hampir sulit kita temui?

 

  1. Coklat Superman


Coklat mungil ini sempat merajai kantin jajanan sekolah sekitar tahun 90-an. Dengan harga 100 rupiah saja coklat ini kemudian menjadi semacam camilan wajib bagi anak-anak sekolah. Dari sisi kemasannya memang tidak ada yang terlalu istimewa, hanya dominasi warna oranye dan gambar tokoh Superman yang mencolok. Namun, jangan ditanya, coklat ini memang memiliki rasa manis yang pas serta tekstur wafer dibalut coklat yang renyah dan mudah dicerna. Bahkan, balita yang belum mempunyai susunan gigi sempurna pun dapat dengan mudah ‘mengemut’ coklat ini. Adakah yang masih menemukan coklat merk ini di pasar atau supermarket?

2. Es Lilin

Es lilin mah ceuceu…kalapa muda…”, begitu kutipan lirik lagu daerah ‘Es Lilin’. Ya, es lilin memang terbuat dari kelapa yang kemudian diolah menjadi santan, diberi gula, lalu dibekukan. Es lilin ini dahulu banyak kita temukan di sekitar lingkungan sekolah, yakni dijual dengan gerobak. Di dalam gerobak itu,es tersebut disajikan di dalam lubang-lubang, kemudian kita celupkan ke dalam coklat cair,  coklat cair tersebut lalu ikut membeku melapisi lilin. Menyegarkan, apalagi dilahap pada saat terik siang hari.  Kini, es lilin sudah jarang ditemui diantara jajanan anak sekolah. Kalaupun masih ada, biasanya dijual khusus di tempat-tempat makan/pusat jajanan tradisional Sunda.

 

3. Anak Mas

 

Camilan Anak Mas ini dulu termasuk camilan paling terkenal dan laris-manis di kalangan anak sekolah. Anak Mas adalah mie instan kering yang disajikan dengan pilihan bumbu rasa keju dan rasa ayam. Walaupun memang ini termasuk jajanan kurang sehat, karena kadar MSG yang tinggi, namun anak-anak justru menyukai kegurihannya yang membuat ketagihan. Dulu, harganya masih sekitar 250 rupiah, dan kini karena keberadaan camilan ini sudah sangat-sangat langka, kita bahkan harus memesan perdus dengan harga lumayan mahal.

 

4. Lidi-lidian

 

Siapa yang tak kenal dengan lidi-lidian, camilan super gurih yang disajikan di dalam plastik bening. Ada rasa asin, dan juga rasa pedas. Lagi-lagi, jajanan ini bukan termasuk jajanan sehat karena kadar MSG yang tinggi. Ya, memang lidah orang Indonesia  tak bisa lepas dari makanan gurih, terbukti camilan-camilan ber-MSG ini selalu menjadi jajanan paling laris sepanjang masa. Kini, lidi-lidian memang mulai banyak ditemui lagi, entah siapa pelopornya namun saat ini lidi-lidian kembali mendemam dengan harga yang dipatok minimal seribu rupiah per-kemasan.

 

5. Koya

 

Ada yang masih ingat dengan koya? Camilan manis yang terbuat dari kacang tanah ini dahulu bisa ditemui di hampir setiap warung. Dengan bentuk mini-persegi dengan ukiran berbentuk angka di permukaannya, camilan ini mungkin bisa dikategorikan sebagai jajanan sehat karena bahannya terbuat dari kacang tanah yang notabene kaya akan protein dan lemak tak jenuh. Kandungan gizi dari kacang tanah ini berfungsi menjaga ketahanan tubuh dan mencegah kolesterol. Nah, ternyata memang masih ada juga camilan/jajanan yang bergizi diantara camilan-camilan banjir MSG yang beresiko.

 

6. Kerupuk Bangreng

 

Kerupuk ini dikenal dengan kemasannya yang berwarna-warni dan dijual dalam gerobak pikul. Kerupuknya sederhana memang, kerupuk biasanya berbentuk dadu-dadu mini dan rasanya pun tidak ada yang istimewa, sama halnya dengan rasa kerupuk pada umumnya. Mungkin yang menarik adalah kemasannya tadi, berbentuk panjang dan berwarna eye-catching (biasanya merah,hijau dan kuning) yang kemudian menjadi sangat khas. Jajanan kerupuk ini memang merupakan jajanan tradisional tanah pasundan. Dahulu biasanya dijajakan pada saat pertunjukan Bangreng (kesenian populer dari Sumedang) di kampung-kampung.

 

7. Agar-agar Tembak

Agar-agar ini selintas memang tidak cukup istimewa. Namun, yang istimewa dan khas adalah cara mendapatkannya. Agar-agar ini tidak dijual, namun merupakan hadiah yang bisa didapatkan ketika berhasil menembak sekumpulan batu-baterai bekas.  Jajanan ini dahulu termasuk populer di kalangan siswa SD yang ketagihan dengan tembak-tembakan berhadiah. Secara tidak sadar memang ini salah satu bentuk judi kecil yang sebenarnya tidak baik untuk perkembangan anak, dimana mereka harus mengeluarkan uang untuk sekali tembak, dan anak-anak akan terus merasa ketagihan sampai dia berhasil mendapatkan hadiah agar-agar tersebut. Apapun itu, agar-agar tembak ini merupakan jajanan anak sekolah laris dan terkenal pada masanya.

 

8. Permen Pop Rocks

 

Ada sensasi unik yang ditimbulkan pada saat mengonsumsi permen ini. Ketika permen ini mengenai lidah, ada letupan-letupan kecil seperti petasan, sehingga permen ini menjadi sangat digemari oleh anak-anak karena sensasi seru yang muncul tersebut. Permen ini memang bukan permen biasa, dan bahkan proses pembuatannya pun sudah dipatenkan.  Lalu bagaimana permen ini bisa meletup-letup? Permen ini terbuat dari campuran antara gula, lactose, sirup jagung, air dan pewarna buatan dan kemudian dicampur dengan gas karbon dioksida dengan tekanan tertentu. Nah, pada saat permen dimasukkan ke dalam mulut, air liur akan melarutkan permen tersebut sehingga gas di dalamnya keluar, lalu timbullah letupan-letupan kecil tersebut.

 

9. Permen Karet Yosan

 

Permen ini adalah permen karet dengan kemasan warna-warni bergambar kartun. Rasanya manis dan jika ditiup dari dalam mulut, balon yang ditimbulkannya cukup besar. Di balik kemasan luarnya tertulis sebuah huruf, jika kemasan tersebut berhasil dikumpulkan sampai membentuk kata YOSAN, maka kita berhak akan satu hadiah. Dahulu, permen karet ini sangat terkenal di kalangan anak sekolah, padahal banyak orang tua yang melarang anaknya mengonsumsi permen karet karena biasanya secara tidak sadar si anak bisa menelan permen karet tersebut. Permen karet tidak boleh ditelan karena strukturnya yang tidak bisa dicerna sehingga akan menempel pada dinding usus. Hal itulah yang menjadi bahaya.



from DETIK NEWS http://ift.tt/2tS92SS
via IFTTT

No comments

Powered by Blogger.